Sejarah Singkat

Perjalanan Panjang Gereja Santo Yakobus Bantul

Awal Mula (1919 - 1934)

Pertumbuhan umat Katolik di Bantul diawali pada tanggal 11 Juni 1919 melalui 'baptis pertolongan' oleh ibu Theresia Soertini untuk bayi bernama Antonius Kasmin. Awalnya Bantul dilayani dari Gereja Kotabaru oleh Rama Henri van Driessche, SJ.

Menjelang tahun 1934, jumlah umat mencapai 339 orang. Paroki ditetapkan berdiri pada 25 Juli 1934 (Pesta Santo Yakobus), meskipun pembaptisan pertama tercatat pada 17 Januari 1934. Penetapan ini diperkuat oleh SK Uskup Agung Semarang tertanggal 17 Januari 2022.

Perjalanan Gedung Gereja

1936

Gereja Pertama

Diberkati pada 5 April 1936 oleh Rama F. Strater, SJ. Bangunan dibeli dari administratur pabrik gula. Sayangnya, pada masa pendudukan Jepang, gedung ini disita dan dibongkar.

1953

Gereja Kedua (Nama Yakobus)

Dibangun kembali oleh Rama Yakobus Van Leengoed, SJ dan Rama Carolus Rommens, SJ. Diberkati oleh Mgr. Albertus Soegijapranoto pada 29 Maret 1953. Di sinilah nama pelindung 'YAKOBUS' pertama kali diberikan.

2006

Gempa Bumi & Gereja Bambu

27 Mei 2006, gempa dahsyat merusak struktur gereja hingga harus dirobohkan. Selama 6 bulan umat misa di lapangan tenis, lalu pindah ke 'Gereja Bambu' (darurat) yang menampung 500 orang.

2009

Gereja Saat Ini

Peletakan batu pertama 1 Januari 2009. Gereja baru yang megah selesai dan diberkati pada 27 Desember 2009 oleh Mgr. Ignatius Suharyo dan diresmikan Bupati Bantul, H. Idham Samawi.

Sejarah Wilayah Khusus

Wilayah Maria Rosari - Gesikan

Bermula dari 4 anak Pajangan yang dibaptis tahun 1920. Berkembang dari Kring menjadi Stasi, dan pada 2013 menjadi Wilayah.

  • Kapel St. Maria Ratu Rosari (1984)
  • Kapel St. Yakobus Alfeus (1998)
  • Taman Doa Wajah Kerahiman (Diresmikan 2016)

Wilayah Maria Mater Dei - Imogiri

Sejarah panjang pembinaan berpindah-pindah (Kidul Loji, Bintaran, Ganjuran). Baru pada 1958 bergabung penuh ke Paroki Bantul.

3 Tempat Ibadah Bersejarah:

  • Kapel St. Yusup Karang Duwet (1952)
  • Kapel St. Silvester Sidodadi (1970)
  • Gereja Mater Dei (1995)

Kondisi Saat Ini

Saat ini Paroki Santo Yakobus Bantul terus berkembang dan melayani umat yang tersebar di berbagai wilayah. Secara administratif paroki terdiri dari 8 Wilayah utama.

Data Paroki 2024

Daftar 8 Wilayah Paroki

  • 1Santa Maria tak Bernoda Cepit (4 Lingkungan)
  • 2Santa Maria Assumpta Melikan (3 Lingkungan)
  • 3Santa Maria Immaculata Cordis Bantul Krajan (2 Lingkungan)
  • 4Santo Yusuf Palbapang (2 Lingkungan)
  • 5Brayat Minulya Nogosari (4 Lingkungan)
  • 6Santo Fransiskus Xaverius (2 Lingkungan)
  • 7Mater Dei Imogiri (6 Lingkungan)
  • 8Maria Rosari Gesikan (7 Lingkungan)